Motivasi merupakan energi yang sangat kuat dalam membangkitka seluruh aktivitas.Orang-orang yang sangat bersemangat di setiap kali melakukan suatu aktivitas dan seperti tidak ada lelahnya.Sehingga sanggup melakukan kegiatan yang melebihi normal pada umumnya.Biasanya bisa dilacak akar motivasinya yang begitu kuat dan keyakinan yang tinggi.
Mereka memiliki energy yang sangat besar karena keyakinanya menggerakkan dia untuk berbuat.Keyakinan yang sangat kuat menjadi motivator, dan dan motivasi meningkatkan level energinya.Artinya, sekadar memiliki badan yang kuat tidak membuat seseorang kuat bekerja untuk keyakinannya.
Kita bisa mengambil contoh dari beberapa orang yang perlu jadikan pelajaran bagi kita.Seperti Jenderal Besar Soedirman, bukankah jenderal Soedirman merupakan orang yang lemah badannya, serta ditambah dengan sakit-sakitan?Bukankah Syaikh Ahmad Yassin orang yang lumpuh badannya ju8ga?Tetapi dari orang-orang yang sakit badanya tersebutlah ribuan manusia bergerakBukan karena mereka memancing rasa iba dan kasihan, akan tetapi motivasi mereka yang sangat kuat yang mampu melampaui kelemahan tubuhnya.Mereka semua tetap memiliki energy untuk bertindak dan mampu menggerakkan jiwa manusia, meski badannya sangat susah bergerak.
Oleh karena itu, jika seorang anak memiliki motivasi yang kuat, mereka aka memiliki energi yang besar untuk belajar.Mereka tergerak untuk berusaha dengan sungguh-sungguh melakukan apa yang menurutnya baik.Semakin kuat motivasinya, semakin kuat pula usahanya.
Motivasi juga berpengaruh pada perhatian.Semakin besar perhatian, akan semakin efektif anak belajar.Perhatian juga meningkatkan daya ingat anak.Apa yang terjadi dengan Imam Syafi’I, jika kita mengingat kembali sejarah hidup beliau ketika masih kecil, erat kaitannya dengan motivasi yang kuat saat belajar.Motivasi itulah yang meningkatkan perhatian Imam Syafi’I kecil sehingga daya ingatnya sangat besar.
Motivasi yang sangat kuat juga mempengaruhi tingkat ketekunan anak saat mempelajari sesuatu.Jika motivasinya bersifat intrinsik, anak akan memeprolah penguat yang semakin menyalakan semangatnya setiap kali melakukan kegiatan.
Alhasil, motivasi yang kuat menjadikan belajar terasa sangat mengasyikkan, meskipun kelihatannya tidak menyenagkan.Anak merasa asyik karena menikmati betul belajarnya, bukan karena ada kegiatan yang menyenagkan saat belajar.Anak menemukan kesenangan saat belajar karena kegiatan tersenut bermakna baginya.Sementara perhatian dan makna merupakan dua hal yang menguatkan ingatan.Ini berarti, keseriusan membangun motivasi anak sama dengan menyiapkan landasan.
Nah, pembicaraan tentang fikih mulainya dari masalah wudhlu.Sedangkan pembicaraaan tentang iman mulainya dari niat.Jika anda membuka Arba’in Nawawiyah, hadits pertama juga tentang niat.Sesungguhnya niat bukanlah apa yang kita ucapkan dengan lisan dan dikatakan dalam hati, tetapi apa yang menggerakkan kita untuk bertindak.
Kapan Memulainya?
Secara sederhana, usia 2-4 tahun adalah masa untuk membangun harga diri anak agar memiliki citra diri, penerimaan diri serta juga percaya diri yang tinggi.Pada usia tersebut orang tua maupun guru disekolahnya bertugas menciptaka perasaan positif terhadap kegiatan belajar.
Percaya diri yang tinggi cenderung mmbangkitkan motivasi dalam diri seorang anak, sehingga membuatnya bersemangat dalam belajar.Rasa ingin tahunya berkembang dan perasaan positifnya terhadap belajar tumbuh dengan baik.
Sedangkan pada usia 4-6 tahun, orang tua dan guru masih bertugas membangun harga diri anak agar kokoh lagi serta menguatkan perasaan positifnya terhadap belajar.Tugas tersebut harus diperhatikan orang tua dalam usia delapan tahun.Bedanya, pada rentang usia 4-6 tahun, orang tua perlu member pangalaman yang jauh lebih kaya agar minat anak dapat berkembang.Selama rentang masa ini orang tua maupun gurunya tidak hanya memperhatikan bakat atau sisi kecerdasan anak, namun juga mengembangkan minat anak.
daftar link
Membangkitkan Motivasi Anak
Kamis, 10 Juni 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar